INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik Poltracking Institute, Arya Budi menilai tak masalah Jokowi mengangkat staf kepresidenan dari latar belakang partai politik. Namun sosok yang dipilih harus yang berprestasi dan kredibel dibidangnya.
"Yang harus dihindari adalah Jokowi menempatkan kepala staf kepresidenan, orang yang tak kompeten, karena pertimbangan politis atau nepotis," ujar Arya kepada INILAHCOM, Senin (29/12/2014).
Selain itu, untuk menghindari tumpang tindih kinerja staf kepresidenan dengan Menteri Skeretaris Negara dan Sekretaris Kabinet, Jokowi disarankan mengatur kewenangan masing-masing pembantu Presdien tersebut.
"Jadi tumpang tindih atau tidak sangat tergantung dengan batasan otoritas, fungsi dan peran yang dibuat Jokowi. Karena staf kepresidenan ini lebih banyak membantu presiden sebagai kepala pemerintahan plus kepala negara," katanya.
"Secara ideal kepala staf kepresidenan harus dari kelompok profesional," tandasnya.
Seperti diketahui mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Pandjaitan disebut-sebut sebagai kandidat kuat Kepala Staf Kepresidenan Jokowi.
Kepala Staf Kepresidenan Jokowi ini nantinya akan diisi oleh 1 kepala dan 8 anggota. Tugasnya adalah membawahi beberapa unit kerja atau lembaga strategis seperti Bappenas, UKP4, Sesneg dan Seskab. [fad]
Senin, 29 Desember 2014
Terpopuler - Staf Kepresidenan Disarankan dari Profesional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar