Minggu, 04 Januari 2015

Pengurus PSSI Diminta Solid Sikapi Tim Sembilan

INILAHCOM, Jakarta – Para anggota PSSI kompak menolak campur tangan pihak luar PSSI dalam kegiatan organisasi PSSI. Dukungan terhadap Komite Eksekutif PSSI disuarakan anggota lewat Kongres PSSI 2015.


Kongres PSSI 2015 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (4/1/15) siang WIB dihadiri oleh 91 dari 108 pemilik suara PSSI. Mayoritas anggota yang hadir merasa prihatin dengan rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, yang membentuk Tim Sembilan untuk 'mengawasi' kinerja PSSI.


Belum diketahui sejauh mana tindakan Tim Sembilan ini nantinya namun sejak awal para anggota PSSI meminta pemerintah untuk tidak masuk ke dalam organisasi PSSI.


Mantan sekretaris jenderal PSSI yang kini menjadi pejabat klub Liga Super Indonesia (ISL) Pelita Bandung Raya, meminta PSSI waspada dengan campur tangan pihak luar.


“Di luar sana ada orang yang seolah tahu cara mengurus bola padahal tidak tahu apa-apa. Karenanya mari kita jadikan ini sebagai bahasan kita. Usulan saya kepada pengurus PSSI agar menjaga kedaulatan PSSI dalam kongres ini. Mohon pengurus PSSI bisa arif dan cerdas dalam menjaga kedaulatan PSSI,” ujar Tri.


Umuh Muchtar, manajer klub ISL lainnya, Persib Bandung, mengingatkan resiko adanya campur tangan pihak luar.


“Kalau terus diobok-obok, nanti organisasinya ada dua lagi. Kalau ada dua, kapan berjalannya (organisasi PSSI),” ujar pria yang kerap disapa Pak Haji ini.


Dari Ibukota, ketua Asosiasi PSSI Provinsi DKI Jakarta, Gusti Randa, meminta PSSI untuk tidak menanggapi Tim Sembilan. Ia meminta PSSI tak menghiraukan wacana membawa isu ini kepada Presiden Republik Indonesia.


“Kalau kita tidak tanggapi, besar PSSI, kecil Tim Sembilan. Kalau kita lapor Presiden, kecil PSSI, besar Tim Sembilan,” mantan aktor yang memerankan tokoh Syamsul Bahri dalam sinetron Siti Nurbaya itu menjelaskan.


"Selama PSSI memegang teguh statuta, tidak perlu takut diobok-obok," Gusti menegaskan.


Sedangkan ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, seusai Kongres PSSI menolak memberikan komentar.


“Sampai saat ini belum ada komunikasi dari Tim Sembilan secara resmi kepada PSSI. Selama ini kami hanya tahu dari media, jadi kami tidak mau berkomentar,” ujar Djohar.


Sementara itu, salah satu perwakilan pemilik suara lainnya yang tak mau disebutkan namanya menyayangkan langkah pemerintah yang tak mau mengikuti mekanisme organisasi PSSI.


“Menpora seharusnya datang dan berbicara di Kongres ini. Apa yang menjadi masukannya, kalau memang baik, biar kami (pemilik suara) yang memperjuangkannya,” ujar salah satu perwakilan pemilik suara itu.


Sesuai peraturan organisasi, pemilik suara adalah penentu kebijakan organisasi PSSI. Aspirasi jumlah mutlak pemilik suara wajib dipenuhi oleh pengurus PSSI.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman