Jumat, 02 Januari 2015

Terpopuler - Mengetuk Pintu Hati Tuhan

MARINIR AL (Marwiltim) kompak sekali menyambut tahun baru dengan dzikir dan doa bersama berdoa untuk bangsa dan negara untuk menggapai hari-hari yang lebih baik, lebih jelas, lebih pati, lebih terarah dan lebih barakah.


Musibah yang datang bertubi pada bangsa ini minimum harus kita baca sebagai teguran dan peringatan, kalau bukan siksa, atas segala keangkuhan sebagian anak bangsa yang tetap melupakan Tuhan dan menyingkirkanNya dalam setiap sisi kehidupan kita. Tuhan hanya diingat ketika semua jalan sudah buntu, ketika musibah sudah terjadi dan ketika "nasi sudah menjadi bubur."


Musibah akhir-akhir ini sudah culup sebagai peringatan, semua bidang telah dijadikan sebagai lahan ujian. Tanah longsor di banjarnegara, air banjir di Jakarta dan sekitarnya, api membakar di pasar Klewer Solo, udara yang tak bersahabat yang telah meruntuhkan pesawat AirAsia adalah bukti nyata teguran itu. Masihkah kita mau melupakan Allah?


Pertanyaan terakhir adalah masihkah kita akan meniuap terompet di setiap malam tahun baru? Siapakah yang dipanggil dengan tiupan terompet itu? Atau, siapakah yang dibahagiakan dengan tiupan mengganggu ketenangan itu? Bahkan, tak bisakah kita "berbelasungkawa" atas segala musibah itu? Ataukah masih inginkah ada musibah lanjutan karena kita belum jera "melupakan Tuhan?"


Waktunya kita semua mengetuk pintu Tuhan. Saatnya kita semua berbisik dengan serius pada Tuhan untuk menyatakan bahwa kita adalah hambaNya yang berharap rahmatNya dan ridlaNya. Salam, AIM. [*]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman