Minggu, 01 Maret 2015

Harga Beras Tak Seharusnya Naik

Berita Harga Beras Tak Seharusnya Naik diterbitkan March 02, 2015 at 01:15PM



INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga beras tidak seharusnya terjadi karena produksi beras nasional mencukupi. Demikian diungkapkan, Guru Besar Fakultas Teknologi Pangan IPB Prof Sugiyono MAppSe, Senin (2/3/2015).


Pemerintah mengklaim mampu memproduksi beras per tahun 30 juta ton, sedangkan kebutuhan beras nasional 82,5 kg per kapita per tahun, jika mencakup 240 juta jiwa makan menjadi 22 juta ton.


Meski produksi beras mencukup, tetapi pemerintah tetap melakukan impor untuk menekan harga beras yang melambung saat ini, Prof Sugiyono mengindikasi ada yang tidak beres dengan tata niaga beras. "Jika terjadi paceklik akibat gagal panen, produksi tidak akan mencukupi kebutuhan sehingga pemerintah melakukan impor beras. Tetapi, setelah diimpor mengapa harga beras masih tinggi," katanya.


Harga beras saat ini, menurut Prof Sugiyono, belum mencapai harga keekonomian yang tidak merugikan petani dan juga tidak membebankan masyarakat. Harga beras saat ini mencapai Rp10.000 lebih per kilonya masih belum terlalu tinggi bila dibandingkan Jepang yang mencapai 400 yen.


Namun ia menyarankan pemerintah harus menetapkan harga dasar agar di sisi petani tidak dirugikan, dan dari sisi masyarakat sebagai konsumen juga tidak terlalu tinggi. "Kami juga tidak setuju kalau harga beras rendah petani tidak diuntungkan, yang harus dilakukan meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat," katanya.


Mengenai upaya pemerintah melakukan operasi pasar untuk menekan harga, menurut Prof Sugiyono, hal tersebut sebagai reaksi sementara yang tidak berkelanjutan. "Agar berkelanjutan produksi beras harus ditingkatkan dan distribusi juga harus dibenahi," katanya. [tar]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman