INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyambangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas krisis listrik yang terjadi di lingkungan pendidikan dalam hal ini tempat belajar mengajar atau sekolah. Anies bercerita banyak kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu akibat belum teraliri listrik, padahal listrik merupakan kebutuhan dasar dalam proses belajar mengajar di sekolah.
"Kami tahu kegiatan belajar membutuhkan dukungan teknologi. Ada teknologi penerangan, yang pada dasarnya listrik kebutuhan mendasar. Kami review dan banyak sekali sekolah yang belum teraliiri listrik," jelas Anies di kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/03/2015).
Ia merinci sebanyak 17.520 sekolah dari 208 ribu sekolah belum teraliri listrik. Ia mengatakan, jumlahnya pun beragam mulai tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, sampai Sekolah Menengah Atas.
"Yang paling terbesar itu ada di SD-SMP sekitar 14.992, dan SMA 2.528," ujar dia.
Ia mengatakan, rasio elektifikasi di tingkat pendidikan sekolah wajib saat ini baru sekitar 84% secara nasional. "Dengan demikin masih ada sekitar 8,4% yang tersebar di seluruh wilayah belum teraliri listrik. Dan, semua ini harus kami tuntaskan. Tentunya perlu ada verifikasi lebih lanjut untuk mengunjungi tempat sekolah secara langsung," kata dia. [aji]
Jumat, 20 Maret 2015
Tanpa Aliran Listrik, 17.520 Sekolah
Berita Tanpa Aliran Listrik, 17.520 Sekolah diterbitkan March 20, 2015 at 04:33PM

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar