"BUTUHNYA seorang pemimpin akan penasehat yang tulus adalah jauh lebih besar dari kebutuhannya pada orang yang mengapresiasi atau memujinya." Demikian ungkap para ahli tafsir sejarah setelah membaca dan mengamati jatuh bangunnya para pemimpin sepanjang sejarah pemerintahan.
Banyak sekali pemimpin pemerintahan yang gagal dan hancur disebabkan oleh banyaknya orang yang berlebih-lebihan memujinya, atau lebih tepatnya "menjilat-jilat pantatnya." Jarang sekali pemimpin pemerintahan yang gagal dan hancur karena memiliki penasehat terlalu banyak. Kalaupun ada, itu karena penasehatnya adalah bukan orang-orang tulus melainkan orang yang hadir ke istana dengan membawa agenda dan kepentingannya masing-masing.
Mencari orang tulus inilah yang paling sulit. Raut wajah tidak selamanya ekuivalen, serupa, senada dan seirama dengan hati. Wajahnya lugu namun hatinya penuh tipu, lidahnya lembut namun niatnya kasar bagai parut, kata-katanya indah bersastra namun menjebak dengan beribu bisa.
Bagaimana cara memilih sahabat dan penasehat hidup terbaik? Cara yang paling mudah adalah dengan melihat ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah. Mereka yang takut kepada Allah akan takut menyakiti hamba-hamba Allah, mereka yang taat kepada Allah akan tertata perilakunya menuju kemaslahatan bersama. Salam, AIM@UINSA campus. [*]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar