Senin, 29 Desember 2014

Terpopuler - Doanya Si Miskin

MENGAPA Rasulullah begitu senang berkumpul dengan orang-orang miskin? Mengapa Rasulullah juga menganjurkan kita menyayangi dan berkumpul dengan orang-orang miskin? Ternyata hal ini memiliki makna yang luar biasa dalamnya.


Bersama orang-orang miskin kita akan mendengar dan belajar banyak macam doa, belajar dan latihan bagaimana berdoa dengan hati serta melafalkan keluhan dan penderitaan hidup dengan benar. Bersama orang miskin kita ditunjukkan berbagai macam tangis kehidupan dan bagaimana menghapusnya ketika semuanya menjadi kelaziman hidup.


Saya tidak menyatakan bahwa orang kaya tak menangis dan tak berdoa, tapi yang jelas doa adalah simbol dan perbuatan orang-orang yang butuh. Orang kaya yang masih berdoa adalah orang yang menyadari kemiskinan dirinya di hadapan Allah dan kefaqiran dirinya akan pertolongan Allah. Orang kaya seperti ini adalah orang kaya yang bernurani bening.


Sahabat dan saudaraku, sedih sekali menyaksikan pengemis yang memberi uang 100 rupiah oleh orang kaya yang kemudian didoakan semoga rizkinya semakin lancar, tiba-tiba orang kaya itu berkata dengan arogannya: "Berdoalah untuk dirimu sendiri, kamu yang butuh doa, bukan saya."


Astaghfirullah, dunia berputar saudaraku, sejarah pun tak berjalan selurus impian dan harapan. Tetaplah dalam kerendah hatian, keistiqamahan dalam "rasa butuh" pada pertolongan Allah yang mungkin saja datang karena doa orang-orang yang tidak kita duga. Salam. [*]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman