Sabtu, 21 Februari 2015

Mourinho Tak Kuat Hadapi Tekanan di Madrid

INILAHCOM, Madrid - Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon, mengklaim bahwa Jose Mourinho tak kuat menghadapi tekanan yang dihadapi sebagai pelatih Los Merengues.



Mourinho pernah melatih Madrid tahun 2010-2013 atau usai meraih catatan mengilap bersama Inter Milan dengan meraih treble winners.



Di musim pertamanya, Mourinho membawa Madrid menjuarai Piala Raja, dan meraih trofi La liga di tahun berikutnya. Di musim terakhirnya, The Special One terlibat berbagai insiden di dalam dan luar lapangan, termasuk perseteruan dengan kapten tim, Iker Casillas.



Meski dikenal sebagai pelatih tangguh, Caldeon menilai Mourinho tak cukup tangguh menghadapi tekanan sebagai pelatih Madrid.



"Menjadi pelatih Real Madrid sangat sangat sulit. Lihat saja yang terjadi pada Jose Mourinho. Ia adalah sosok yang terbiasa menghadapi tekanan, tapi ia tak mampu di Madrid," ujar Calderon, dilansir Football Espana .



"Ketika Mourinho pergi, semuanya berada dalam situasi yang buruk. Ia harus pergi dari klub setelah menjalani tiga tahun dengan banyak masalah dan konfrontasi," imbuhnya.



Madrid menunjuk Mourinho dengan harapan bisa memenangkan trofi Liga Champions yang telah lama tak diraih. Tapi, pria asal Portugal itu tak mampu melakukannya.



"Berada di Madrid lebih dari dua atau tiga tahun adalah risiko yang besar. Saya pikir ia telah melakukan pekerjaan dengan baik, tak hanya karena berhasil memenangkan Liga Champions (Porto dan Inter), tapi karena semuanya tenang, rileks, dan lancar," ia menutup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman