INILAHCOM, New York - Frank Lampard menuai banyak pujian di Liga Primer Inggris terkait performanya di Manchester City. Namun di Amerika Serikat, ia menuai kecaman dan dianggap tak profesional.
Di usia 36 tahun, Lampard ‘dibuang’ Chelsea ke klub Liga Amerika Serikat (MLS) New York City FC di awal musim ini. NYC FC adalah klub yang dimiliki juga oleh perusahaan pemilik Manchester City. Karena MLS baru dimulai awal tahun 2015, Lampard pun dipinjamkan ke Manchester City sejak awal musim ini hingga akhir tahun 2014. Tujuannya awalnya hanyalah agar kebugarannya tetap terjaga.
Bersama City, Lampard ternyata tampil cemerlang dan berhasil mencetak lima gol dari 15 laga, beberapa gol diantaranya menjadi penentu kemenangan, seperti saat mengalahkan Southampton 3-2, Kamis malam (1/1/15) WIB. Tak hanya menuai pujian, Lampard juga mendapat perpanjangan masa pinjam hingga Mei 2015.
Lain di Inggris, lain pula di AS. Lampard dan City dikecam karena dianggap melecehkan MLS dan klub itu sendiri.
Kecaman dari AS datang dari legenda Liverpool, yang pernah menjadi pelatih klub MLS, New England Revolution.
“Itu adalah bencana bagi klub, bencana bagi MLS,” ujar Nicol kepada ESPN.
Kecaman pun datang dari kelompok suporter independen New York City yang bernama The Third Rail.
“Mewakili Third Rail, kami secara terbuka mengecam keputusan City Football Group dan Frank Lampard untuk memperpanjang masa pinjamnya di Manchester City hingga akhir musim Liga Primer Inggris,” bunyi pernyataan resmi Third Rail.
“Banyak fans, termasuk anggota kami, memutuskan untuk mendukung tim, berkomitmen dengan membeli tiket musiman, dan membeli pernak-pernik dengan anggapan bahwa Frank Lampard akan bermain untuk New York City Football Club, bukan Manchester City. Banyak fans tersebut yang layak marah terhadap keputusan ini, dan kami mendukung langkah apapun yang mereka ambil untuk menyuarakan kekecewaan mereka atas keputusan ini.”
Sumber: Daily Mail
Tidak ada komentar:
Posting Komentar