INILAHCOM, Turin - Gelandang Juventus, Andrea Pirlo, hampir saja gantung sepatu 10 tahun silam tepatnya usai gagal menjuarai Liga Champions Eropa bersama AC Milan.
Dengan usai menginjak 35 tahun, Pirlo masih bisa menunjukan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Kontribusinya menghasilkan tiga gelar scudetto beruntun bagi Si Nyonya Tua sejak 2012.
Kemampuan serta visi bermain Pirlo membuatnya dijuluki maestro sepak bola. Bukan hanya punya akurasi umpan, Il Metronome juga piawai mengeksekusi bola mati. Aksinya di lapangan hijau selalu dinanti para penikmat olahraga si kulit bundar.
Diluar itu semua, tak banyak yang tahu 10 tahun lalu Pirlo hampir saja memutuskan gantung sepatu. Saat itu, Pirlo yang masih membela AC Milan gagal mempersembahkan gelar Liga Champions Eropa kedelapan bagi I Rossoneri usai kalah adu penalti dari Liverpool di final 2005.
Kekalahan tersebut begitu memukul Pirlo, betapa tidak Milan yang sudah unggul 3-0 dipaksa menyudahi laga ke babak adu penalti setelah The Reds berhasil menyamakan skor jadi 3-3.
"Saya hampir saja pensiun usai Milan kalah dari Liverpool di Istanbul. Untuk beberapa hari, saya sangat meyakini karir saya sudah habis. Saya tidak punya kekuatan lagi yang tersisa," jelasnya kepasa ESPN.
Setahun kemudian, Pirlo akhirnya berhasil mengobati rasa kecewanya dengan mempersembahkan gelar Piala Dunia 2006 untuk Italia. Ia pun memutuskan untuk meneruskan karir sepak bolanya hingga saat ini.
"Hari saya meninggalkan sepak bola sebernarnya masih sangat jauh."
"Saya selalu tahu saya masih baik bermain. Saya lebih baik dari pemain lain. Saya tidak pernah khawatir tekanan yang bakal hadir. Sebaliknya malah memberi saya rasa tanggung jawab besar. Dengan talenta yang saya miliki membuat saya ingin terus berkembang setiap saat," ia memungkasi.
Sabtu, 14 Maret 2015
Pirlo Hampir Saja Gantung Sepatu 10 Tahun Lalu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar