Sabtu, 14 Maret 2015

Rupiah Melemah Tak Pengaruhi Pengusaha Tahu Tempe

Berita Rupiah Melemah Tak Pengaruhi Pengusaha Tahu Tempe diterbitkan March 14, 2015 at 04:58PM



INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan mata uang rupiah ternyata belum mempengaruhi pengusaha tahu tempe. Ketua Bidang usaha Asosiasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (PRIMKOPTI) Jakarta Selatan menegaskan kegiatan pengrajin tahu tempe cenderung stabil tak terpengaruh.



"Itu karena faktor melemahnya rupiah bukan menjadi satu-satunya faktor yang memengaruhi usaha kita," jelas dia kepada INILAHCOM, Sabtu (14/03/2015).



Ia mengatakan tidak terpengaruhnya pengrajin kedelai terhadap rupiah yang melemah akibat situasi di Amerika selaku pemasok kedelai yang tengah mengalami panen raya sejak dua bulan lalu. Menurut dia, bahkan, stok kedelai yang biasanya untuk dua bulan kini bisa mencapai lima bulan.



"Harga kedelai sebelum panen tinggi sampai US$560 hingga US$600 per ton kedelai. Tapi setelah panen, harganya turun sampai US$4.800 per ton. Itu sebabnya harga yang muncul di bursa komoditas kedelai itu rendah.



"Cuma kemarin saya lihat teve kadang wawancaranya dengan orang yang tidak tepat, naik 25 persen itu salah,. Justru, harga tempe pun cenderung stabil," terang dia.



Ia menambahkan bahwa faktor berikutnya yang membuat harga kedelai dan tempe stabil meski dolar AS naik adalah harga minyak dunia yang tidak bergerak. Ia cenderung stabil turun sehingga transportasi pun tidak mahal.



"Kami berharap pemerintah cepat memberikan jalan keluar atas persoalan ini, dikarenakan situasi seperti ini tidak bisa di Dikte, bisa saja bulan depan harga kedelai naik, kata dia. [aji]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman