INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo masih meyakini Current Account Defisit (CAD) atau defisit transaksi berjalan masih kisaran 3 persen untuk tiga tahun ke depan.
Ia optimis CAD mampu bertahan 3 persen karena akan ada kombinasi penggunaan perusahaan jasa Reasuransi. "2015 sampai 2017, CAD masih akan defisit di kisaran 3 persen. BI ingin meyakini ke transaksi CAD yang lebih sehat yakni ke 2,5 persen," ujar Agus di Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Ia menjelaskan, kebijakan kombinasi Reasuransi akan berdampak positif terhadap neraca jasa dan neraca pembayaran.
Berdasarkan data defisit neraca pembayaran di kisaran US$27 miliar dan defisit neraca jasa US$10 miliar. Reasuransi Indonesia masih terbilang sedikit, itupun belum ada yang besar. Sehingga pernah ada ide menggabungkan beberapa Reasuransi Indonesia, agar terkonsolidasi. [jin]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar