INILAHCOM, Manchester - Legenda Manchester United, Paul Scholes, menilai bahwa kartu merah yang diterima Angel Di Maria saat menghadapi Arsenal di perempatfinal Piala FA justru menjadi berkah untuk Setan Merah.
Di Maria mendapat kartu merah karena mendorong wasit Michael Oliver. MU pun tersingkir dari Piala FA. Tapi, sejak itu, Manchester Merah meraih enam kemenangan beruntun termasuk mengalahkan Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester City.
Meski sanksi kartu merah Di Maria sudah selesai, pelatih Louis van Gaal tetap mencadangkan pemain asal Argentina itu dan memilih memainkan Juan Mata. Hasilnya, pemain asal Spanyol itu berubah menjadi pahlawan baru publik Old Trafford berkat dua gol ke gawang Liverpool dan satu ke gawang City.
Menurut Scholes, kartu merah yang diterima Di Maria justru mengubah penampilan MU hingga saat ini bisa berada di posisi tiga klasemen sementara Liga Primer Inggris.
"Saya selalu kritis kepada mantan klub saya Manchester United di bawah asuhan Louis van Gaal musim ini dan saya harus mengakui tak pernah membayangkan mereka bisa di posisi saat ini. Ketika melawan Chelsea besok, saya rasa mereka berpeluang meraih kemenangan," tulis Scholes di kolomnya di Evening Standard .
"Ketika saya melihat lagi ke belakang, kunci perubahannya adalah kartu merah yang diterima Angel Di Maria melawan Arsenal dan membuat Van Gaal bisa membangung tim yang baru," imbuhnya.
Beberapa pemain yang langsung mendapat kepercayaan dan tampil bagus adalah Marouane Fellaini, Ashley Young, dan Juan Mata. Formasi pun diubah dari 3-5-2 menjadi 4-4-2. Ketiga pemain ini memainkan peran sentral kebangkitan Setan Merah.
"Juan Mata, Ahsley Young, dan Marouane Fellaini. Ketiga pemain itu sepertinya tak terpakai di awal musim, tapi saat ini mereka membawa dampak perubahan sangat besar. Sosok paling pantas mendapat kredit adalah Mata. Ia bukan pemain saya, tapi ia selalu terlibat dalam pertandingan. Ia sangat tenang dalam mengumpan seperti yang terlihat di laga lawan City," Scholes menutup.[yob]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar