INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Ketenegalistrikan Iwa Garniwa mencatat rasio elektrifikasi Indonesia saat ini baru mencapai 84%. Dengan demikian 16% wilayah Indonesia masih belum teraliri listrik.
"16% itu kurang lebih 10 juta rumah tangga belum dapat listrik. 10 juta rumah tangga ini hampir dipastikan tidak dekat dengan jaringan listrik PT PLN (Persero)," jelas Iwa di Jakarta, Kamis (16/04/2015).
Menurut dia, akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah melistriki daerah-daerah yang belum terkena setrum PLN. Selain jauh dari sistem kelistrikan PLN, akses infrastruktur pun menjadi kendala yang pasti menyulitkan.
"Nah, 10 juta rumah tangga ini kira-kira mau dilistriki pakai apa? Nggak mungkin masalahnya kalau dihitung-hitung secara komersil. Sebab, biayanya sangat besar," ujar dia.
Ia menambahkan pemerintah sendiri telah memberi target agar 10 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik bisa memperoleh setrum paling lambat lima tahun ke depan. Dengan target itu, terang dia, pemerintah kata dia perlu melistriki 2 juta rumah tangga setiap tahun.
"Jadi kalau lima tahun bisa selesai, maka 2 juta rumah tangga harus sudah teraliri listrik. Target ini hampir tidak mudah dan tidak mungkin," papar dia.
Berita sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menargetkan adanya tambahan kapasitas listrik sebesar 35 ribu megawatt (Mw) dalam jangka waktu kepemimpinannya. Pembangunan pembangkit listrik yang mengandalkan sumber energi batubara dan gas itu akan berkontribusi besar dalam peningkatan rasio elektrifikasi. [aji]
Kamis, 16 April 2015
Sulit, Tuntaskan 10 Juta Rumah Tangga Berlistrik
Berita Sulit, Tuntaskan 10 Juta Rumah Tangga Berlistrik diterbitkan April 16, 2015 at 08:45PM

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar