UMAR ibn Khattab memang bertabiat keras, namun kekerasannya itu senantiasa di jalan kebenaran. Walaupun keras, kebijakannya saat menjadi pemimpin sungguh didasarkan pada hati yang lembut dan perasaan yang halus yang menghindarkannya dari menyakiti perasaan rakyatnya.
Suatu hari Umar ibn Khattab ditanya: "Mengapa engkau tidak membungkus ka'bah dengan kiswah dari sutera?" Orang yang bertanya ini sebenarnya setengah usul agar tampak gagah dan anggun maka ka'bah yang menjadi syi'ar Islam itu dibuatkan pakaian sutera. Umar ibn Khattab menjawab: "Bagiku, perut umat muslimin (rakyat) lebih utama untuk diperhatikan."
Setelah membaca kisah di atas, masihkah kita mendukung pemberian Down Payment (uang muka) untuk mobil pejabat? Perlukah membelikan mobil baru untuk pejabat baru? Perlukah membeli pesawat dan mobil baru untuk pemimpin baru? Perlukah membangun gedung-gedung baru sementara rakyatnya kelaparan dan pontang-panting mencari utang demi sesuap nasi esok pagi? Dan ada sederet pertanyaan lainnya yang bisa ditanyakan walau tak mungkin ada yang berani menjawab.
Sungguh kegagahan dan pesona keagungan pejabat tidak terletak pada mobil yang dinaiki, pakaian yang dikenakan dan istana yang ditinggali, melainkan terletak pada ketulusan hati memperhatikan kehidupan rakyatnya dan melayani mereka untuk hidup sebagai manusia merdeka secara layak. Setuju? Salam, AIM@Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar