<B>INILAHCOM, Jakarta - Kinerja impor Indonesia selama Januari-Maret 2015 mengalami penurunan signifikan. Itu terpicu menurunnya permintaan impor semua jenis barang, terutama dari sektor migas.</b>
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, Kamis (16/04/2015) mengatakan pada Maret 2015, total nilai impor mencapai US$12,6 miliar atau naik 9,3% dibandingkan bulan sebelumnya, namun turun 13,4% dibandingkan Maret 2014.
"Meskipun demikian, kinerja impor secara kumulatif selama Januari-Maret 2015 masih mengalami penurunan sebesar 15,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Rachmat.
Menurut dia, penurunan impor selama Januari-Maret 2015 terpicu anjloknya permintaan impor migas sebesar 44,5%, yang terdiri atas penurunan impor hasil minyak sebesar 45,8%, minyak mentah sebesar 42,4%; dan gas sebesar 42,8%.
Rach menambahkan Impor Januari-Maret 2015 masih tetap didominasi bahan baku atau penolong yang nilainya mengalami penurunan sebesar 16,2%. Barang-barang yang tergolong bahan baku, penolong yang impornya turun signifikan antara lain bahan kimia organik, plastik dan barang dari plastik, serta besi dan baja.
"Di sisi lain, impor barang modal juga mengalami penurunan selama Januari-Maret 2015 sebesar 10,3%. Adapun barang modal yang mengalami penurunan impornya secara signifikan antara lain mesin atau peralatan listrik, mesin atau pesawat mekanik dan kendaraan bermotor. Impor barang konsumsi yang hanya sebesar 6,9% dari total impor mengalami penurunan sebesar 14,3%. Barang konsumsi yang impornya turun signifikan antara lain daging hewan; susu, mentega, telur dan sayuran," terang dia. [aji]
Kamis, 16 April 2015
Impor Indonesia Januari- Maret 2015 Turun Drastis
Berita Impor Indonesia Januari- Maret 2015 Turun Drastis diterbitkan April 16, 2015 at 09:42PM

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar